Translate Page

Showing posts with label Courses. Show all posts
Showing posts with label Courses. Show all posts

Tuesday, December 4, 2012

Perubahan Struktur Industri di Negara Berkembang


Oleh: T. Bahran Basyiran

Pendahuluan
Pembangunan ekonomi untuk periode jangka panjang di suatu negara, membawa perubahan yang sangat esensial terutama dalam struktur ekonomi negara tersebut. Perubahan itu dari ekonomi tradisional yang menitikberatkan pada sektor pertanian ke sektor ekonomi modern yang didominasi oleh sektor industri sebagai mesin utama pembangunan.
Motor utama transformasi struktur ekonomi  suatu negara berkembang tersebut bukan hanya  pergeseran dari sektor pertanian ke sektor  industri, atau yang disebut dengan industrialisasi, tetapi proses transformasi tersebut juga mencakup pergeseran struktur industri  dari waktu ke waktu (dalam jangka panjang). Misalnya, dengan dimilikinya keunggulan komparatif  akibat pergeseran dari kegiatan produksi yang bersifat padat karya dan berteknologi rendah ke arah kegiatan produksi yang lebih padat modal dan berteknologi tinggi.
Struktur Industri adalah struktur ekonomi yang didominasi oleh sektor industri. Struktur industri menggambarkan bagaimana industri diorganisasikan. Hal ini terkait dengan hubungan dari (a) sesama produsen; (b) sesama konsumen; (c) produsen dan konsumen; dan (d) produsen, yang telah ada terhadap produsen baru yang masuk ke pasar (Bain: 1968). Menurut teori ekonomi industri, struktur industri menentukan tingkat kompetisi dan merupakan faktor yang berpengaruh pada perilaku dan kinerja dari suatu industri (perusahaan-perusahaan yang ada dalam industri). Oleh karenanya, analisa struktur industri merupakan pijakan awal untuk mengkaji suatu industri.
Struktur industri didefinisikan dalam terminologi distribusi jumlah dan ukuran dari perusahaan-perusahaan yang ada dalam industri (Bain: 1968). Struktur industri merupakan cerminan dari struktur pasar suatu industri (Kuncoro: 2007). Dalam studi empiris mengenai struktur industri, digunakan pengukuran konsentrasi untuk mengukur intensitas dari persaingan dalam industri. Konsentrasi industri ini menginformasikan ukuran relatif dari perusahaan-perusahaan yang ada pada pasar (Jacobson: 1996).

Wednesday, August 22, 2012

Pemikiran & Konsep Ekonomi Neo-Keynesian dan New-Keynesian

Oleh: T. Bahran Basyiran

Neo-Keynesian


Pandangan mereka disebut Keynesian kerena teori mereka merupakan determinasi pemikiran Keynes dan disebut Neo kerena pemikiran Keynes tersebut diperbaharui berdasarkan penelitian empiris yang lebih baru. Neo-Keynes merupakan penerus ajaran Keynes yang banyak berjasa dalam mengembangkan teori-teori yang berhubungan dengan usaha menjaga stabilitas perekonomian. Teori-teori tersebut menjelaskan tentang fluktuasi ekonomi (business cycle) dan teori-teori yang berhubungan dengan pertumbuhan dan pendapatan.

Fluktuasi Ekonomi (Business cycle)
Pada masa sebelumnya, masalah fluktuasi ekonomi ini telah dibicarakan, namun pembahasannya hanya sepintas dikarenakan sudah begitu melekatnnya kepercayaan orang terhadap pemikiran klasik, yang mengatakan bahwa perekonomian akan selalu menuju keseimbangan dan tidak akan terjadi guncangan dalam perekonomian.
Pembahasan tentang fluktuasi ekonomi ini mendapatkan perhatian yang lebih serius pada era sesudah Keynes (Neo-Keynes). Mereka membahas teori fluktuasi ekonomi secara mendalam karena mereka memerlukan teori-teori yang mampu menjelaskan apa yang menyebabkan perekonomian tidak stabil dan yang lebuh penting lagi adalah apa tindakan dan kebijakan yang dapat dilakukan untuk mencegah gerak perekonomian yang berfluktuasi tersebut agar menjadi lebih stabil.
Bagi kaum Neo-Keynes, fluktuasi ekonomi terjadi karena dua penyebab utama. Pertama, terjadinya perubahan-perubahan dalam tingkat investasi dan rendahnya tingkat konsumsi. Kedua, fluktuasi terjadi karena tidak adanya mekanisme koreksi yang mampu mendorong perekonomian pada keseimbangan full-employment, yang disebabkan oleh kakunya harga dan tingkat upah dalam mekanisme penyesuaian. Kerena perekonomian tidak selalu berada pada keseimbangan, sering terjadi fluktuasi. Ketidakseimbangan perekonomian yang berkaitan dengan pengangguran dan inflasi menyebabkan kaum neo-keynesian percaya perlunya intervensi dari pemerintah sebagai langkah koreksi.

Pemikiran & Konsep Ekonomi Keynes

Oleh: T. Bahran Basyiran

Pendahuluan
Selama dasawarsa ’30 berlangsung depresi ekonomi yang ganas dan berkepanjangan. Justru dalam keadaan demikian ternyata segenap pemikiran-pemikiran sebelumnya, mazhab klasik dan neo-klasik, tidak berdaya untuk memberi jawaban atas masalah-masalah penting yang sedang dialami dalam ekonomi masyarakat sebagai keseluruhan. Hal ini berkaitan erat dengan pola pendekatan dalam alur pikiran kedua mazhab itu yang bersifat mikro terhadap berbagai permasalahan khusus, di mana tidak dapat terwujud kepaduan utuh dalam suatu sistem pemikiran dan kerangka analisis yang mencakup proses perekonomian secara menyeluruh.
Sejak terjadinya depresi besaran-besaran tersebut, orang curiga bahwa ada sesuatu yang salah dengan teori klasik dan neo-klasik yang dianggap berlaku umum selama ini. Dalam menghadapi persoalan ekonomi yang mahadahsyat (terjadi krisis dan sistem kapitalis jatuh), teori-teori ekonomi yang  dikembangkan oleh pakar-pakar klasik maupun neo-klasik tidak mampu menjelaskan fenomena dan peristiwa yang sesungguhnya terjadi. Dalam situasi tidak menentu inilah lahir seorang tokoh ekonomi yang kemudian menjadi sangat berpengaruh, yaitu John Maynard Keynes.
Karya tulis atau buku Keynes yang paling populer adalah The General Theory of Employment, Interest, and Money. Buku ini ditulis  sebagai reaksi terhadap depresi besar-besaran yang terjadi tahun 1930-an yang tidak berhasil dipecahkan dengan metode klasik dan neo-klasik.
Teori klasik dinilai Keynes mengandung banyak kelemahan, sehingga perlu diperbaiki dan disempurnakan, seperti masalah mekanisme pasar, keseimbangan pasar, ketenagakerjaan, analisis biaya, tabungan & investasi, dan juga kritikan yang habis-habisan oleh Keynes terhadap tokoh klasik, J. B. Say tentang teorinya “Supply creates its own demand” (akan  dijelaskan lebih lanjut di halaman berikutnya, poin pertama).
Sedangkan terhadap teori-teori neo-klasik, Keynes tidak terlalu banyak menemukan banyak kelemahan, akan tetapi juga tetap Keynes melakukan hal yang sama seperti terhadap klasik, yaitu melakukan penyempurnaan teorinya agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi saat sekarang (pada saat itu-red). Juga dikarenakan Keynes merupakan salah satu murid brilliannya Marshall, yang notabenenya merupakan kaum neo-klasik. Sehingga sudah pasti karya-karya Marshall banyak diakui oleh Keynes. Mungkin hampir sebagian besar konsep-konsep Marshall diperbaiki dan disempurnakan oleh Keynes.
Hal ini menunjukkan adanya peranan Keynes dalam menjelaskan secara lebih lanjut  dan lebih disempurnakan ide dan konsep yang telah ada, punyanya tokoh mazhab neo-klasik.


Kaitan Ide & Konsep antara Mazhab Klasik dan Mazhab Neo-klasik, serta Peranan Keynes di antara Dua Mazhab Tersebut

Oleh: T. Bahran Basyiran

Beberapa kaitan ide atau pemikiran dan konsep antara mazhab klasik dan neo-klasik adalah sebagai berikut :

1.    Konsep Teori Harga
Menurut kaum klasik, harga barang ditentukan oleh besarnya pengorbanan untuk menghasilkan barang tersebut. Dengan demikian, bagi kaum klasik yang menentukan harga adalah sisi penawaran.
Pendapat dari kaum klasik di atas, ditentang oleh tokoh-tokoh neo-klasik melalui Stanley Jevons, Carl Menger, dan Leon Walras. Mereka sepakat bahwa yang menentukan harga adalah kondisi permintaan. Mereka bertiga secara bersama-sama telah mengembangkan analisis yang sifatnya revolusioner tentang faktor-faktor yang menentukan harga-harga relatif.

2.    Teori Nilai Biaya Produksi dan Teori Biaya Produksi
Tokoh-tokoh neo-klasik yang disebutkan pada kaitan poin (1) secara tegas juga tidak setuju dengan teori nilai biaya produksi (cost of production theory of value) dari kaum klasik yang dikemukakan oleh salah satu tokohnya, karena teori ini dinilai tidak berlaku secara umum.
Mereka bertiga juga tidak sependapat dengan James Mill (Mill Senior) dan John Stuart Mill (Mill Junior) dari kaum klasik, tentang pendapat kedua Mill tersebut atas teori biaya produksinya. Teori yang ditentang itu mengatakan bahwa harga barang ditentukan oleh biaya-biaya yang diperlukan untuk menghasilkan barang tersebut. Hal ini bertentangan dengan analisis yang dilakukan “Trio Neo-klasik”(Jevons, Carl Menger, dan Walras) tersebut tentang faktor-faktor yang menentukan harga-harga relatif.

3.    Teori Nilai Upah Buruh
Masih ketiga tokoh neo-klasik yang sama seperti dua poin kaitan di atas, mereka secara tegas juga mengkritik teori nilai upah buruh (labor theory of value) oleh David Ricardo dari kaum klasik, yang menyimpulkan bahwa yang paling menentukan tingkat harga adalah tingkat upah alami yang besarnya hanya cukup untuk buruh bertahan hidup saja.
Jadi, bertentangan dengan pendapat “trio neo-klasik” mengenai faktor-faktor kondisi permintaan itu sendiri yang menentukan harga-harga relatif, bukan dikarenakan upah alami buruh seperti dikatakan Ricardo.


Tuesday, July 31, 2012

Kaitan Ide/Pemikiran & Konsep antara Merkantilisme dan Mazhab Klasik


Oleh: T. Bahran Basyiran

Beberapa kaitan ide atau pemikiran dan konsep antara era merkantilisme dan mazhab klasik adalah sebagai berikut :

1.    Literatur Ide dan Konsep Ekonomi
Suatu hal yang pantas dicatat selama era merkantilisme ialah tidak hanya perdagangan dan perekonomian yang maju pesat, perkembangan literatur juga meningkat pesat sekali. Kemajuan dalam tulisan-tulisan ekonomi maju dan baik dalam jumlah maupun mutu. Masa merkantilisme ditandai sebagai periode masing-masing orang menjadi ahli ekonomi bagi dirinya sendiri. Setiap orang mempunyai pendapat sendiri-sendiri, dan sayangnya sangat sulit digeneralisasi. Hal ini mungkin disebabkan kebanyakan penulis tidak berlatar belakang universitas, tetapi para pedagang yang menulis persoalan-persoalan ekonomi yang berhubungan dengan bisnis mereka. Sehingga orang-orang menganggap tulisan-tulisan mereka tersebut “berserakan”. Akan tetapi, dari tulisan-tulisan mereka inilah yang selanjutnya Adam Smith, kaum klasik, memperoleh banyak sumber untuk menulis bukunya dan tulisan-tulisannya.
Otomatis, literatur ide dan konsep kaum merkantilis yang “berserakan“ tersebut menjadi salah satu sumber dan pokok ide literatur yang digunakan kaum klasik untuk  menjelaskan konsepnya. Jadi memang ide dan konsep kaum klasik tidak terlepas dari punyanya kaum merkantilis.

2.    Posisi Makna Konsep Individualisme dan Peranan Pemerintah
Di era merkantilisme, negara ditempatkan sangat tinggi di atas individu-individu, dengan kata lain, pemerintah pada masa merkantilis mempunyai peranan penting dalam menetapkan kebijakan pada setiap individu (notabene individunya merupakan saudagar). Sebaliknya, menurut Adam Smith (ajaran klasik), kepentingan individulah yang mesti diutamakan. Bahkan tugas negaralah untuk menjamin terciptanya kondisi bagi setiap orang untuk bebas bertindak melakukan yang terbaik bagi diri mereka masing-masing. Mencegah monopoli, mempertahankan negara, menjaga ketertiban internal, dan mengatur barang publik bereksternalitas tinggi, itu semua juga merupakan peran pemerintah menurut Smith.
Jadi, menurut saya ini juga merupakan kaitan antara merkantilisme dan klasik, walaupun keterkaitannya yang berlawanan arah, merkantilis mengatakan peran pemerintah itu vital sedangkan klasik mengatakan tidak perlu adanya campur tangan pemerintah. Disini yang lebih awal muncul menjadi sumber yang setelahnya untuk membuat konsep yang baru. Sehingga hal tersebut tetap saja dapat disebut adanya kaitan.

Monday, July 30, 2012

Para Ahli/Penemu Ekonomi di Bidang Ilmu Mikroekonomi

1. Alfred Marshall

            Alfred Marshall (lahir 26 Juli 1842 di Bermondsey, London, Inggris, meninggal 13 Juli 1924 di Cambridge, Inggris) adalah salah satu ekonom paling berpengaruh pada zamannya. Bukunya, Principle of Economics (1890), adalah buku teks ekonomi yang dominan di Inggris selama bertahun-tahun. Ini mencetuskan ide-ide supply dan demand, utilitas marjinal dan biaya produksi menjadi satu kesatuan yang koheren. Dia dikenal sebagai salah satu pendiri ekonomi.

Karir
            Marshall lahir di Clapham, Inggris, 26 Juli 1842. Ayahnya adalah seorang kasir bank dan Injili yang taat. Marshall dibesarkan di pinggiran kota London dari Clapham dan dididik di Sekolah Merchant Taylor, Northwood dan College St John, Cambridge, di mana ia menunjukkan bakat dalam matematika, mencapai rangking Kedua di 1865 Cambridge Mathematical Tripos. Marshall mengalami krisis mental yang membuatnya untuk meninggalkan fisika dan beralih ke filsafat. Dia mulai dengan metafisika, khususnya "landasan filosofis pengetahuan, terutama dalam kaitannya dengan teologi". Metafisika menunjukkan Marshall tentang etika, khususnya versi Sidgwickian utilitarianisme; Etika, pada gilirannya, menyebabkan dia mengarah ke ekonomi, karena ekonomi memainkan peran penting dalam menyediakan prasyarat untuk perbaikan kelas pekerja. Bahkan ketika dia berpaling untuk ekonomi, pandangan etisnya terus menjadi kekuatan dominan dalam pemikirannya. 


Thursday, July 26, 2012

Introduction to Algebra: Math Help Summary


  1. Variables 
  2. Expressions 
  3. Equations 
  4. Solution of an equation 
  5. Simplifying equations 
  6. Combining like terms 
  7. Simplifying with addition and subtraction 
  8. Simplifying by multiplication 
  9. Simplifying by division 
  10. Word problems as equations 
  11. Sequences 

 

Sunday, July 15, 2012

Sejarah Pemikiran Ekonomi Praklasik, Klasik, Sosialis dan Neoklasik


Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Merkantilisme
·       Merkantilis merupakan model kebijakan ekonomi dengan campur tangan pemerintah yang dominan, proteksionisme serta politik kolonial, ditujukan dengan neraca perdagangan luar negeri yang menguntungkan .
·      Pemikiran-pemikiran ekonomi lahir pada kaum merkantilis disebabkan adanya pembagian kerja yang timbul di dalam masyarakat, pembagian kerja secara teknis dan pembagian kerja teritorial, yang selanjutnya akan mendorong perdagangan internasional.
·   Pemikiran ekonomi kaum merkantilis merupakan suatu kebijakan yang sangat melindungi industri, dalam negeri, tetapi menganjurkan persaingan, sementara itu terjadi pembatasan-pembatasan yang terkontrol dalam kegiatan perdagangan luar negeri, kebijakan kependudukan yang mendorong keluarga dengan banyak anak, kegiatan industri di dalam negeri dengan tingkat upah yang rendah. Proteksi industri yang menganjurkan persaingan dalam negeri, dan tingkat upah yang rendah mendorong ekspor.
·       Teori kuantitas uang didasarkan pada jumlah uang yang beredar mempengaruhi tingkat bunga dan tingkat harga barang. Ke luar masuknya logam-logam mulia mempengaruhi tingkat harga di dalam negeri serta jumlah uang yang beredar, dan kecepatan uang beredar.
·       Kebijakan ekonomi lebih bersifat makro, hal ini berhubungan dengan tujuan proteksi industri di dalam negeri, dan menjaga rencana perdagangan yang menguntungkan, hal ini dilakukan dalam usaha meningkatkan peranannya dalam perdagangan internasional dan perluasan-perluasan kolonialisme.

Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Pisiokrat
·       Mazhab Pisiokrat tumbuh sebagai kritik terhadap pemikiran ekonomi Merkantilis, tokoh pemikir yang paling terkenal pada mazhab ini adalah Francois Quesnay. Sumbangan pemikiran yang terbesar dalam perkembangan ilmu ekonomi adalah hukum-hukum alamiah, dan menjelaskan arus lingkaran ekonomi.
·       Inti pemikiran utama dalam mazhab Pisiokrat adalah dituangkan dalam tabel ekonomi yang terdiri dari classe productive dari kaum petani, classe des froprietaires dari kaum pemilik tanah, classe sterile atau classe stipendile yang meliputi kaum pedagang dan industriawan dan classe passieve adalah kaum pekerja.
·       Pemikiran ekonomi kaum Pisiokrat yang menonjol dalam perkembangan ilmu ekonomi selain lingkaran arus ekonomi dalam tabel ekonomi yaitu tentang teori nilai dan harga yang terbagi menjadi tiga yaitu harga dasar barang-barang, harga penjualan dan harga yang harus dibayar konsumen. Teori uang yang dikemukakannya adalah sebagai tabir uang (money is veil) dan perlunya pengenaan pajak untuk kepentingan ekonomi.
·       Sumbangan pemikiran ahli Pisiokrat lain yaitu Jaques Turgot mempunyai dua sumbangan utama terhadap pemikiran ekonomi yakni teori uang sebagai tabir, dan teori fruktifikasi. Teori uang sebagai tabir yang mempersulit pengamatan fenomena ekonomi. Namun demikian pemikiran ini merupakan gagasan ke arah menemukan dasar satuan perhitungan yang ia, tetapi dikemukakan atas transaksi barter dengan nilai alat tukar dapat berubah-ubah karena jumlahnya.

Thursday, June 7, 2012

Perkembangan Sistem Ekonomi Syariah di Eropa: Contoh Kasus di Inggris


Oleh: Teuku Bahran Basyiran

Saat ini telah masuk sistem perekonomian yg baru di Negara-negara Eropa, yaitu sistem ekonomi syariah yang dimulai pada tahun 2000-an dan terus berkembang secara positif sampai sekarang. Ini menjadi sistem alternative pada makin turunnya reputasi kapitalis di Negara-negara Eropa. Pemerintah di Negara-negara tersebut sangat mendukung segala program dan upaya yang dilakukan oleh pihak-pihak ekonomi syariah dikarenakan jelasnya tujuan pada sistem ini dalam menangani permasalahan-permasalahan yang berkaitan erat dengan ekonomi seperti sosial, yang baurannya merupakan rakyat lemah.
Sistem ekonomi syariah terus berkembang dengan munculnya satu-per-satu lembaga-lembaga syariah. Perbankan syariah di Eropa telah berdiri sejak 2004 dan memiliki 50 ribu nasabah menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap industri tersebut. Lima bank murni syariah kini beroperasi di London termasuk lembaga multinasional seperti HSBC yang menjadi pemain kunci sektor perbankan syariah. London pun menjadi pintu masuk menuju Eropa.
Bank yang merupakan bank syariah pertama di Eropa adalah IBB (The Islamic Bank of Britain) atau Bank Islam Britania, didirikan pada tahun 2004 di Inggris, yang menandakan dimulainya atmosfir sistem ekonomi syariah di Eropa. Bank ini menunjukan meski berada di pasar masyarakat menengah, bank syariah masih bisa bersaing dengan bisnis bank konvensional.  Bank tersebut nyata-nyata berani menerapkan margin kompetitif untuk produk deposito berjangka, bahkan mengalahkan sejumlah bank konvensional besar di negara itu.
Sebagai contoh, kita lihat di negara Inggris, yang merupakan negara di Eropa yang pertama sekali menerapkan sistem ekonomi syariah. Pada dasarnya, Inggris bukanlah negara Muslim. Namun, negeri Ratu Elizabeth itu tercatat sebagai negara yang paling maju dalam hal ekonomi syariah. Sebuah studi mencatat, Inggris  sebagai negara yang memiliki bank terbanyak bagi umat muslim di antara negara Barat lainnya. Aset perbankan syariah yang mencapai 18 miliar dolar AS (12 miliar pounds) melebihi aset bank syariah seperti di Pakistan, Bangladesh, Turki, dan Mesir. Hal tersebut pun didukung oleh 55 universitas dan lembaga pendidikan lainnya di Inggris yang memiliki pendidikan keuangan syariah. Jumlah tersebut lebih banyak dibanding negara-negara lainnya. Dan para ahli ekonomi syariah dari beberapa universitas di negara tersebut pun didatangkan untuk menjadi pembicara dalam seminar maupun pelatihan di berbagai belahan dunia.
Meski ekonomi syariah tak berasal dari Negara-negara Eropa, tapi keuangan syariah telah menemukan tempatnya di Negara-negara Eropa. Tercatat, banyak negara-negara besar dunia di Eropa (selain Inggris) telah memakai sistem ini, seperti Perancis, Jerman, Italia.

Bab 8: Analisis Ekonomi Struktur Keuangan



Biaya Transaksi

            Biaya transaksi merupakan masalah besar dalam pasar keuangan, salah satu contoh berikut dapat memperjelas hal tersebut. Biaya transaksi menahan banyak penabung dan peminjam kecil dari keterlibatan langsung dengan pasar keuangan . Perantara keuangan mengambil keuntungan dari skala ekonomis dan lebih mampu untuk mengembangkan keahlian untuk menurunkan biaya transaksi, dengan demikian memungkinkan penabung dan peminjam untuk mendapatkan keuntungan dari keberadaan pasar keuangan.

Bagaimana Biaya Transaksi Mempengaruhi Struktur Keuangan
            Jika anda mempunyai uang $5.000  yang ingin di investasikan di pasar saham. Uang tersebut dapat anda belikan sejumlah kecil saham. Meskipun jika anda menggunakan perdagangan online, pembelian anda akan sedemikian kecil sehingga komisi perantara (brokerage) untuk membeli saham yang anda pilih akan merupakan presentase yang besar dari harga beli saham. Jika anda membeli obligasi, masalah menjadi akan lebih buruk karena di nominasi terkecil untuk beberapa obligasi yang mungkin ingin anda belin $10.000 dan tidak punya sebanyak itu untuk berinvestasi. Anda akan kecewa karena anda akan tidak dapat menggunakan pasar keuangan untuk memperoleh imbal hasil (return) atas tabungan anda. Hal ini adalah fakta kehidupan bagi sebagian besar dari kita. Hanya sekitar separuh dari rumah tangga Amerika Serikat memilki surat berharga (sekuritas).
            Anda juga menghadapi masalah lain akibat biaya transaksi. Oleh karena Anda hanya memiliki dana kecil yang tersedia, anda hanya dapat membuat sejumlah investasi yang terbatas karena sejumlah besar transaksi-transaksi kecil akan menghasilkan biaya transaksi yang sangat tinggi. Dengan demikian, Anda harus menaruh semua telur dalam satu keranjang, dan ketidakmampuan anda untuk melakukan pembedaan akan membatasi anda denfan risiko yang banyak.

Aplikasi: Perilaku Suku Bunga



1.    Perubahan Suku Bunga Karena Ekspansi Siklus Usaha
Dalam siklus usaha yang ekspansif, jumlah barang & jasa yang dihasilkan dalam perekonomian akan meningkat, demikian pula untuk pendapatan nasioanl. Ketika hal itu terjadi, pengusaha akan bersedia meminjam lebih banyak karena mereka berharap bisa mendapatkan keuntungan dari peluang investasi yang membutuhkan pendanaan tersebut. Dengan harga obligasi tertentu, jumlah obligasi yang dijual oleh perusahaan (Bs) akan meningkat. Sehingga dapat dilihat pada grafik berikut ini :

    
·       Artinya, dalam hal ini, kurva penawaran obligasi shift ke kanan dari Bs1 ke Bs2
·       Hal ini juga mempengaruhi kurva permintaan di mana teori permintaan aset menjelaskan bahwa kurva permintaan obligasi akan naik juga, sehingga shift ke kanan dari Bd1 ke Bd2
·       Sehingga didapatlah keseimbangan baru pada Bd2 dan Bs2 yang menyebabkan harga obligasi turun dari P1 ke P2, yang mendorong kenaikan suku bunga




Jadi, ekspansi siklus usaha dan kenaikan pendapatan mendorong kenaikan suku bunga yang lebih tinggi dan akan turun jika siklus usaha menuju resesi.

2.    Penjelasan Rendahnya Suku Bunga Jepang
Pada tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an, suku bunga Jepang menjadi suku bunga paling rendah di dunia. Mengapa suku bunga Jepang sampai tingkat yang sangat rendah? Hal ini disebabkan oleh resesi yang sangat panjang dan deflasi (inflasi negatif) di Jepang, sehingga cukup jelas suku bunganya akan rendah.
Lihat grafik berikut ini :


   
·       Inflasi yang negatif menyebabkan permintaan obligasi meningkat karena perkiraan imbal hasil obligasi naik secara relatif dan selanjutnya menyebabkan kurva Bd shift ke kanan
·       Dan juga menaikkan suku bunga riil, yang menyebabkan penawaran obligasi menurun dan kurva Bs shift ke kiri
·       Kedua shifting ini mendorong peningkatan harga obligasi dan penurunan suku bunga.





Jadi, kontraksi siklus usaha dan berkurangnya peluang investasi akan mendorong penurunan suku bunga, di mana disebabkan oleh menurunnya penawaran obligasi. Terdapat pemahaman yang menyesatkan bahwa suku bunga yang rendah adalah lebih baik. Dalam kasus ini, Jepang mengalami kesulitan yang besar dalam perekonomian (resesi) karena hal tersebut, jika perekonomian Jepang kembali sehat akan membuat suku bunga normal kembali.

3.    Membaca Kolom ‘Credit Markets’ Wall Street Journal
Analisa ini digunakan untuk memahami pembahasan mengenai harga obligasi dan suku bunga yang muncul pada berita-berita keuangan. Setiap hari, Wall Street Journal melaporkan perkembangan pasar obligasi pada hari sebekumnya yang disebut sebagai kolom “Credits Markets”.
Kolom tersebut menceritakan bagaimana harga obligasi Treasury meingkat ketika pasar saham menuju kejatuhan. Ini persis dengan prediksi analisi penawaran & permintaan yang tadi. Pelemahan di saham menunjukkan penurunan perkiraan imbal hasil pada sekuritas tersebut, sehingga menaikkan perkiraan imbal hasil relatif ada obligasi. Semakin tinggi perkiraan tersebut akan menyebabkan jumlah yang diminta meningkat pada setiap harganya, sehingga menggeser kurva permintaan ke kanan, hasilnya adalah kenaikan pada harga keseimbangan dan turunnya suku bunga.
Kolom tersebut juga menjelaskan bahwa untuk obligasi Treasury yang menembus kisaran sekarang, seharusnya ada sinyal yang jelas dari turunnya pertumbuhan atau meningkatnya inflasi. Analisis sebelumnya juga menghasilkan kesimpulan yang sama karena perubahan perkiraan inflasi atau pertumbuhan ekonomi merupakan faktor penting yang menentukan harga obligasi.
Kolom tersebut juga mencatat bahwa penawaran obligasi dalam jumlah yang besar yang masuk ke pasar pada bulan depan membuat para analisis melihat kecenderungan turunnya harga obligasi Treasury. Kondisi ini konsisten dengan analisis penawaran dan permintaan yang sebelumnya mengenai pasar obligasi. Meningkatnya penawaran akan menggeser kurva penawaran ke kanan, yang menyebabkan harga keseimbangan turun.

Sumber: 
Mishkin, Frederic S. 2011. Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Keuangan Edisi 8. Jakarta: Salemba Empat

Organisasi Bank Sentral



Wewenang Bank Sentral dan Implikasinya pada organisasi

Berdasarkan wewenangnya, menurut Chen Yuan (1990) organisasi Bank Sentral terdiri dari dua level/aras, yaitu aras yang mempunyai kewenangan tertinggi dan aras di bawah badan yang mempunyai kewenangan tertinggi dalam membuat kebijakan (Decision Making Body). Pada aras tertinggi, unit organisasi Bank Sentral dapat terdiri dari satu, dua, atau tiga badan, yaitu:
a.         Policy Making Body (badan pembuat kebijakan)
b.         Executive Body (badan pelaksana kebijakan)
c.          Supervisory Body (badan pengawas)
Selanjutnya Chen Yuan menjelaskan bahwa jumlah badan pada organisasi Bank Sentral yang memiliki wewenang tertinggi dapat diklasifikasikan dalam 3 kelompok.
Pertama, Bank Sentral yang wewenang mebuat kebijakan dan wewenang melaksanakan kebijakan berada pada satu badan, misalnya Federal Reserve System of the United States  dan Bank of England.
Kedua, Bank Sentral yang wewenang membuat kebijakan dan wewenang melaksanakan kebijakan berada pada dua badan yang terpisah, misalnya Bank of Japan, Deutsche Bundesbank, dan Bank of Italy.
Ketiga, Bank Sentral yang wewenang membuat kebijakan, wewenang melaksanakan kebijakan, dan wewenang mengawasi kebijakan berada pada tiga badan terpisah yaitu Decision Making Body, Executive Body dan Supervisory Body, misalnya Bank of France, the National Bank of Belgium,  dan the National Bank of Switzerland.

Tuesday, February 21, 2012

Which math courses?

Re-blogged from N. Gregory Mankiw's Blog, Proffesor at Harvard University and American Economist

In response to my previous post offering advice to aspiring economists, a student emails me:
Since the time allocation is limited, I can take only some math courses and the problem is that I am not sure which courses are most important for a successful economist and which course I should take first. Can you possibly suggest for me a list of math courses that a typical economics student should take step by step?
Here is one plan of action:

Calculus
Linear Algebra
Multivariable Calculus
Real Analysis
Probability Theory
Mathematical Statistics
Game Theory
Differential Equations

"My Life as a Student " by N. Gregory Mankiw, Proffesor at Harvard University and American Economist

Re-blogged from N. Gregory Mankiw's Blog

A reader of the blog writes:

Prof Mankiw,
Just to let you know, I'm a big fan of yours and some of your work has inspired me to pursue a career in Economics. I just have one question for you - that may seem silly, but hey, - your educational background is very impressive - but did you ever struggle with any of the courses you studied as a student?
Sometimes, an academic life can be a struggle, can't it? Or do you find it all fun?
Thanks for reading this. I know you are very busy so I'll understand if you don't reply. You are an inspiration.
[name withheld]
As a student, I had the most trouble with three kinds of courses:

1. Those that required motor skills. I was solidly in the bottom quartile of my junior high school and high school classes in shop, typing, and physical education (but somehow I managed to become captain of my high school fencing team).

2. Those that required good memorization skills. Languages in particular were a weak point in my academic career, mostly because I had trouble learning the large quantity of new vocabulary words.

Saturday, January 7, 2012

Kebijakan Pemerintahan dalam Mengatasi dan Menanggulangi Kemiskinan dan Hasil yang Dicapai

I.  PENDAHULUAN

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
·         Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
·         Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
·         Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.

Sistem Ekonomi Islam


1. Pendahuluan

Beberapa dasawarsa yang lalu, dunia telah mengalami polarisasi dari dua kekuatan sistem ekonomi, ditandai dengan adanya dua negara adidaya sebagai representasi dua system ekonomi tersebut, Amerika dan sekutu Eropa baratnya merupakan bagian kekuatan dari sistem ekonomi kapitalis, sedangkan ekonomi sosisalis diwakili oleh Uni Soviet dan Eropa Timur serta negara China dan Indochina seperti Vietnam dan Kamboja. Dua sistem ekonomi ini lahir dari dua muara idiologi yang berbeda sehingga persaingan dua sistem ekonomi tersebut hakikatnya merupakan pertentangan dua idiologi politik dan pembangunan. Posisi negara muslim pasca berakhirnya perang dunia kedua menjadi objek tarik menarik dua kekuatan idiologi tersebut. Hal ini disebabkan tidak adanya visi konstruksi pembangunan ekonomi yang dimiliki para pemimpin negara muslim dari sumber Islami orisinil pasca lahirnya negara bangsa sebagai akibat dari pengaruh penjajahan dan kolonialisme barat.
Dalam suasana tarik menarik tersebut lahirlah ide untuk kembali pada sistem yang orisinal di dua dasawarsa terakhir ini. Gerakan Islamisasi ekonomi ini kemudian menjelma menjadi suatu gerakan yang sangat menarik hingga kini. Dari sini timbul perntanyaan mendasar yang membutuhkan jawaban yaitu tentang apa sesungguhnya keunggulan sistem ekonomi Islam jika dibandingkan dengan sistem ekonomi lainnya?


Sistem Perekonomian Inggris: Free-market dan Ekonomi Syariah

I. Pendahuluan

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut. Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.

1.1. Latar Belakang Perekonomian di Inggris
Inggris adalah salah satu yang ekonominya paling kuat, produk domestic bruto (PDB) berada di urutan terdepan di negara-negara Eropa. Inggris adalah negara yang sangat maju dan merupakan produsen penting tekstil dan produk kimia. Sejak 1990-an, sektor jasa keuangan telah memainkan peran yang semakin penting dalam perekonomian Inggris dan Kota London adalah salah satu pusat terbesar di dunia keuangan. Proporsi pembuatan Inggris agak menurun dalam ekonomi nasional, sedangkan proporsi industri jasa dan energi semakin naik, khususnya indsutri bisnis, industri moneter dan industri asuransi mencapai perkembangan pesat. Pada tahun 2002, ekonomi Inggris nomor 4 terbesar di dunia, adalah negara investor nomor 2 terbesar di dunia. Perusahaan swasta adalah soko guru ekonomi Inggris yang mengambil 60 persen dalam PDBnya. Sumber daya Inggris cukup kaya di negara-negara Uni Eropa. Adalah negara produk minyak bumi dan gas alam yang utama di dunia. Sumber dayanya terutama adalah batu bara, minyak bumi, gas alam, tenaga atom dan tenaga air.
Dilihat dari sudut pandang sejarah, Inggris dikenal luas oleh publik dunia dengan statusnya yang merupakan Negara penjajah terbesar di dunia dengan menggunakan sistem pembangunan ekonomi pasar di Negara jajahannya dan berbagi keuntungan dengan Sang Penjajah. Ini sangat menggambarkan sifat kapitalisnya yang mengandalkan pasar, ini lebih dikenal dengan istilah Nekolim, Neokolonialisme-Kolonialisme-Imperialisme.
Sampai saat ini, memang sistem ekonomi yang dimiliki oleh Negara ini adalah sistem ekonomi pasar bebas (free market). Di samping itu, mulai timbul sistem baru yang sedang mencoba untuk mendominasi di Inggris, yaitu sistem ekonomi syariah, di mana Inggris merupakan Negara ke-8 sistem ekonomi syariah terbesar di dunia.