Translate Page

Showing posts with label Poverty. Show all posts
Showing posts with label Poverty. Show all posts

Monday, December 3, 2012

Menghina Rakyat (Indonesia)


Oleh Sri Palupi

Terhadap tuduhan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD terkait mafianarkoba yang merambah Istana, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menegaskan, pihak Istana sangat keberatan dan merasa terhina.
Rasa terhina yang dipersoalkan Sudi Silalahi ini membuat saya berpikir, pihak Istana benar-benar keterlaluan. Mereka hanya peduli pada citranya sendiri.
Ketika rakyat direndahkan, dilecehkan, dijual murah, ditembaki, diculik, dan diambil organ tubuhnya, serta diperkosa berulang kali oleh pihak-pihak di luar negeri, pihak Istana tidak merasa terhina. Sampai sekarang mereka tetap bungkam.
Rupanya derita dan penghinaan rakyat oleh pihak-pihak di negara lain bukan prioritas Istana. Berulang kali pihak Istana menegaskan bahwa presiden tidak harus turun tangan untuk semua persoalan. Alasannya, sudah ada menteri yang mengurusi. Sementara itu, saya mencatat, presiden lebih banyak turun tangan untuk hal-hal yang menyangkut pujian, penghargaan, seremoni, dan berbagai urusan yang mendukung pencitraan Istana.
Kalaupun presiden turun tangan atas persoalan rakyat, itu terjadi karena tekanan massa. Jangankan merasa terhina terhadap penghinaan yang diderita rakyat, pihak Istana bahkan secara sistematis menghina rakyat dengan berbagai kebijakan dan kebungkamannya.

Saturday, January 7, 2012

Kebijakan Pemerintahan dalam Mengatasi dan Menanggulangi Kemiskinan dan Hasil yang Dicapai

I.  PENDAHULUAN

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
·         Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
·         Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
·         Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.

Monday, January 2, 2012

Ironi Kemiskinan di Aceh

Oleh: T. Bahran  Basyiran, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh


            Persentase penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Aceh pada tahun 2011 sebesar 19,57 persen. Angka ini menurun dibandingkan dengan tahun 2010 yang sebesar 20,98 persen. Penurunan persentase penduduk miskin tersebut terjadi di daerah perkotaan dan perdesaan.

            Pada periode 2010 - 2011, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung makin mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit.

            Dari sekumpulan data BPS Aceh di atas mengenai persentase penduduk miskin 2004-2011, dapat dilihat bahwa angka kemiskinan terus menurun mulai dari tahun 2005 (hanya terjadi kenaikan 0,32% pada rentang 2004-2005). Tentu ini merupakan suatu hal yang positif bagi daerah. Tapi, persentase kemiskinan di Aceh hampir setengah lebih besar dari kemiskinan di seluruh Nusantara. Salah satu data yang range perbedaannya lebih besar terjadi pada tahun 2005, kemiskinan di Aceh sebesar 28,69% sedangkan Indonesia secara keseluruhan sebesar 15,97%, selisih 12,72%. Untuk data tahun 2010, Aceh menduduki peringkat ke-7 klasemen dengan persentase kemiskinan tertinggi. Wow tragis!

            Ironisnya, Aceh memiliki anggaran belanja yang cukup besar yaitu Rp8,25 Trilliun, belum lagi ditambah dengan dana otonomi khusus sebesar Rp3 Trilliun. Dan juga seperti yang kita ketahui, di Aceh banyak terdapat sumber daya alam yang besar, seperti dunia perindustrian (khususnya pertambangan) di Kabupaten Aceh Utara. Luar biasa memang kekayaan yang dimiliki oleh Aceh, tapi sayangnya kemiskinan masyarakatnya ke-7 di Indonesia dan peringkat kedua terbanyak daerah tertinggal (setelah Papua). Sangat sangat sangat ironis. Huh.

Masril Koto: Pendiri Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani yang Tidak Lulus SD

Masril Koto adalah pendobrak kebekuan fungsi intermediasi industri perbankan di bidang pertanian. Bersama para rekannya, petani yang tak tamat sekolah dasar itu mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 2007.
LKMA Prima Tani di Nagari Koto Tinggi itu menjadi cikal bakal program pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) nasional. Kini, lebih dari 300 unit LKMA telah berdiri di seantero Sumbar atas dorongannya.
Setiap hari, Masril berkeliling ke beberapa wilayah Sumbar dengan sepeda motor keluaran tahun 1997, yang disebutnya suka ”agak berulah sedikit” hingga kadang masuk-keluar bengkel.
Akibat sering berkeliling, Masril relatif sulit ”ditangkap”.  Selama singgah dari satu tempat ke tempat lain itu, atas undangan kelompok tani, Masril selalu memotivasi agar LKMA didirikan sebagai solusi permodalan petani. Maka, dalam ranselnya tersimpan aneka perlengkapan penunjang aktivitas, seperti spidol, beragam contoh dokumen pendukung pendirian dan operasional LKMA, serta laptop.

VIVAnews.com : Kemiskinan di Wilayah Terujung Indonesia

Angka kemiskinan di Provinsi Papua 34,8 persen, sedangkan Aceh 20,98 persen

VIVAnews - Hasil pencacahan sensus penduduk 2010 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk Provinsi Papua mencapai 2,85 juta jiwa. Sekitar 1,51 juta jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 1,34 juta jiwa perempuan.

Dari hasil sensus tersebut terlihat penyebaran penduduk Provinsi Papua masih bertumpu di Kota Jayapura, yakni sebesar 9,18 persen. Selanjutnya diikuti Kabupaten Jayawijaya sebesar tujuh persen, Kabupaten Merauke (6,86 persen), Kabupaten Mimika (6,44 persen), dan kabupaten/kota lainnya di bawah enam persen.

Bahkan, Supiori, Mamberamo Raya, dan Waropen adalah tiga kabupaten dengan urutan terbawah yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit, yakni masing-masing berjumlah 15.861 jiwa, 18.424 jiwa, dan 24.988 jiwa.

Tuesday, October 18, 2011

Kemiskinan di Aceh

Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin 2004 – 2010

Tahun
Jumlah (Ribu Jiwa)
Persentase
Kota
Desa
Jumlah
Kota
Desa
Jumlah
2004
198,70
957,50
1.156,10
17,49
32,57
28,37
2005
222,90
943,50
1.166,40
19,04
32,60
28,69
2006
226,90
922,80
1.149,70
19,22
31,98
28,28
2007
218,80
864,70
1.083,60
18,68
29,87
26,65
2008
195,80
763,90
959,70
16,67
26,30
25,53
2009
182,20
710,70
892,90
15,44
24,37
21,80
2010
173,37
688,48
861,85
14,65
23,54
20,98


Penduduk Miskin / Maret 2011
            Persentase penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Aceh pada tahun 2011 sebesar 19,57 persen. Angka ini menurun dibandingkan dengan tahun 2010 yang sebesar 20,98 persen. Penurunan persentase penduduk miskin tersebut terjadi di daerah perkotaan dan perdesaan.
            Pada periode 2010 - 2011, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung makin mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit.

Sunday, October 16, 2011

Nilai Sebutir Nasi di Piring Anda

Andaikan tiap orang membuang 1 butir nasi di piring tiap kali makan, sehari
3 kali makan = 3 butir nasi terbuang sehari per orang.

Penduduk Indonesia ±250 juta dikalikan 3 butir/hari = 750 juta butir nasi terbuang tiap
hari di Indonesia.

Setelah dihitung ternyata dalam 1 kg berisi ± 50.000 butir beras maka = 750 juta dibagikan
50 ribu = 15.000 kg atau 15 ton beras terbuang setiap harinya di Indonesia! What a waste!

Jika 1 kg beras cukup untuk makan 10 orang maka 15 ton beras bisa memberi makan
150.000 orang.

Jika ±6,5 milyar penduduk dunia 50%-nya makan nasi dan setiap orang membuang 1 butir
nasi tiap kali makan maka = 195 ton beras terbuang tiap hari, yang sebenarnya
cukup untuk memberi makan 1,95 juta orang / hari.

Ironisnya, menurut data FAO PBB, di dunia ini ada 40 ribu orang meninggal dunia
tiap harinya karena kelaparan
!

Pertanyaannya: Berapa butir nasi yang anda buang/terbuang setiap kali makan?

Anda dapat membantu mencegah krisis pangan dunia dengan menghargai setiap butir
nasi di piring anda.


Dikutip dari Brosur The International Nature Loving Association - Indonesia (INLA).

Thursday, September 29, 2011

5 Makanan yang Identik dengan Kemiskinan di Indonesia

Bank Dunia mendefinisikan Kemiskinan absolut sebagai hidup dengan pendapatan dibawah 1 dollar AS per hari dan Kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah 2 dollar AS per hari. Di Indonesia banyak faktor yang menyebabkan sebagian rakyatnya hidup dalam keadaan serba kekuarangan, salah satunya kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan swasta. Sehingga untuk mengisi perut yang keroncong pun dengan makanan seadanya, seperti 5 makanan berikut ini:

Sunday, September 18, 2011

Kemiskinan di Kehidupan Sekitar (Indonesia), Khususnya di Aceh

Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin 2004 – 2010

Tahun
Jumlah (Ribu Jiwa)
Persentase
Kota
Desa
Jumlah
Kota
Desa
Jumlah
2004
198,70
957,50
1.156,10
17,49
32,57
28,37
2005
222,90
943,50
1.166,40
19,04
32,60
28,69
2006
226,90
922,80
1.149,70
19,22
31,98
28,28
2007
218,80
864,70
1.083,60
18,68
29,87
26,65
2008
195,80
763,90
959,70
16,67
26,30
25,53
2009
182,20
710,70
892,90
15,44
24,37
21,80
2010
173,37
688,48
861,85
14,65
23,54
20,98


Penduduk Miskin / Maret 2011
            Persentase penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Aceh pada tahun 2011 sebesar 19,57 persen. Angka ini menurun dibandingkan dengan tahun 2010 yang sebesar 20,98 persen. Penurunan persentase penduduk miskin tersebut terjadi di daerah perkotaan dan perdesaan.
            Pada periode 2010 - 2011, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung makin mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit.

When Poverty Forces to Sell Organ!

Artikel Tentang "When Poverty Forces to Sell Organ!" (In English) yang Dikutip dari Situs SME Indonesia


Tanggapan pribadi:


            Negara yang kita bahas sekarang ini adalah Bangladesh, di mana kemiskinan sebesar 40% dari penduduknya yang secara umum sulit untuk memenuhi kebutuhan pokok di dalam kehidupannya dan membuang status kemiskinan mereka. Dengan kurangnya akses pendidikan di Bangla – sebutan akrab Bangladesh – yang menyebabkan banyak penduduknya yang terjebak dalam kemiskinan. Parahnya, penduduk yang berpendidikan pun tidak produktif sebagaimana mestinya. 

Saturday, September 17, 2011

Seputar Kemiskinan di Dunia (Edisi Foto)



Kelaparan yang berujung kematian di negara-negara miskin Afrika

 
 Seorang bocah Bangladesh yang merupakan salah satu dari sekian banyak korban kemiskinan di negaranya.