Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Merkantilisme
· Merkantilis merupakan model kebijakan ekonomi dengan campur tangan
pemerintah yang dominan, proteksionisme serta politik kolonial, ditujukan
dengan neraca perdagangan luar negeri yang menguntungkan .
· Pemikiran-pemikiran ekonomi lahir pada kaum merkantilis disebabkan
adanya pembagian kerja yang timbul di dalam masyarakat, pembagian kerja secara
teknis dan pembagian kerja teritorial, yang selanjutnya akan mendorong
perdagangan internasional.
· Pemikiran ekonomi kaum merkantilis merupakan suatu kebijakan yang sangat
melindungi industri, dalam negeri, tetapi menganjurkan persaingan, sementara
itu terjadi pembatasan-pembatasan yang terkontrol dalam kegiatan perdagangan
luar negeri, kebijakan kependudukan yang mendorong keluarga dengan banyak anak,
kegiatan industri di dalam negeri dengan tingkat upah yang rendah. Proteksi
industri yang menganjurkan persaingan dalam negeri, dan tingkat upah yang
rendah mendorong ekspor.
· Teori kuantitas uang didasarkan pada jumlah uang yang beredar
mempengaruhi tingkat bunga dan tingkat harga barang. Ke luar masuknya
logam-logam mulia mempengaruhi tingkat harga di dalam negeri serta jumlah uang
yang beredar, dan kecepatan uang beredar.
·
Kebijakan ekonomi lebih bersifat
makro, hal ini berhubungan dengan tujuan proteksi industri di dalam negeri, dan
menjaga rencana perdagangan yang menguntungkan, hal ini dilakukan dalam usaha
meningkatkan peranannya dalam perdagangan internasional dan perluasan-perluasan
kolonialisme.
·
Mazhab Pisiokrat tumbuh sebagai kritik
terhadap pemikiran ekonomi Merkantilis, tokoh pemikir yang paling terkenal pada
mazhab ini adalah Francois Quesnay. Sumbangan pemikiran yang terbesar dalam
perkembangan ilmu ekonomi adalah hukum-hukum alamiah, dan menjelaskan arus
lingkaran ekonomi.
· Inti pemikiran utama dalam mazhab Pisiokrat adalah dituangkan dalam
tabel ekonomi yang terdiri dari classe productive dari kaum petani, classe des
froprietaires dari kaum pemilik tanah, classe sterile atau classe stipendile
yang meliputi kaum pedagang dan industriawan dan classe passieve adalah kaum
pekerja.
· Pemikiran ekonomi kaum Pisiokrat yang menonjol dalam perkembangan ilmu
ekonomi selain lingkaran arus ekonomi dalam tabel ekonomi yaitu tentang teori
nilai dan harga yang terbagi menjadi tiga yaitu harga dasar barang-barang,
harga penjualan dan harga yang harus dibayar konsumen. Teori uang yang
dikemukakannya adalah sebagai tabir uang (money is veil) dan perlunya pengenaan
pajak untuk kepentingan ekonomi.
·
Sumbangan pemikiran ahli Pisiokrat
lain yaitu Jaques Turgot mempunyai dua sumbangan utama terhadap pemikiran
ekonomi yakni teori uang sebagai tabir, dan teori fruktifikasi. Teori uang
sebagai tabir yang mempersulit pengamatan fenomena ekonomi. Namun demikian
pemikiran ini merupakan gagasan ke arah menemukan dasar satuan perhitungan yang
ia, tetapi dikemukakan atas transaksi barter dengan nilai alat tukar dapat
berubah-ubah karena jumlahnya.

